Konsep Ajaran Islam Tentang Keadilan Gender

Authors

  • Imam Rohani Institut Agama Islam Riyadlotul Mujahidin Ngabar Ponorogo
  • Ali imron STKIP Mu hammadiyah Manokwari
  • Dian Indriyani STKIP Mu hammadiyah Manokwari

DOI:

https://doi.org/10.55380/tarbawi.v3i1.171

Keywords:

Islam, keadilan, gender

Abstract

Keadilan gender merupakan salah satu wacana yang selalu menarik untuk diperbincangkan. Adanya pandangan bahwa Islam yang datang pada masa Nabi itu memiliki kesamaan dengan konsep kesetaraan yang dibawa feminisme barat memerlukan pengkajian ulang dari teks-teks hukum dan ayat-ayat yang telah mengatur hubungan antara pria dan wanita agar sesuai dengan perspektif keadilan gender. Dalam konsep keadilan gender menekankan terpenuhinya kebutuhan tiap individu yang sesuai dengan karakteristik dan kapasitas masing-masing, berusaha menyeimbangkan budaya patriarkat dan matriarkat sehingga laki-laki dan perempuan dapat menjalankan perannya secara harmonis sebagai khalifah, serta memandang laki-laki dan perempuan adalah kesatuan yang berpasangan. Tulisan ini disusun dengan menggunakan pendekatan library research dengan menggunakan sumber primer dan sekunder. Melalui metode deskriptif analitis, penulis berupaya untuk mengeksplorasi ajaran Islam tentang keadilan gender

References

Barlas, A. (2005). Cara Qur’an Membebaskan Perempuan. Jakarta: Serambi Ilmu Semesta.
Barokah, M. (1994). Perempuan Islam dalam Perkembangan Zaman: Feminisme tidak Harus Ditolak. Jakarta: Golden Terayon Press.
Engineer, A. A. (2003). Pembebasan Perempuan. Yogyakarta: LKiS. Fadlan. (2011). Islam, Feminisme, dan Konsep Kesetaraan Gender dalam
Al- Qur’an. KARSA, 19(2), 106–119.
Ilyas, Y. (2006). Kesetaraan Gender dalam Al-Qur’an. Yogyakarta: LABDA Press.
Jamal, A., & Noviandy. (2018). Perempuan dan Hak Asasi Manusia. Malang: PUSAM UMM.
Kasmawati. (2013). Gender dalam Persfektif Islam. Sipakalebbi’, 1(1), 55–68. Khamenei, S. . (2004). Risalah Hak Asasi Wanita. Jakarta: Al-Huda.
Mazaya, V. (2014). Kesetaraan Gender dalam Islam. Sawwa, 9(2), 323–344. Moghissi, H. (2005). Feminisme dan Fundamentalisme Islam. Yogyakarta: LKiS. Moore, H. L. (1998). Feminisme dan Antropologi (Jakarta). Obor.
Muhammad, H. (2007a). Fiqih Perempuan: Refleksi Kyai atas Wacana Agama dan Gender. Yogyakarta: LKiS.
Muhammad, H. (2007b). Islam Agama Ramah Perempuan: Pembelaan Kiai Pesantren. Yogyakarta: LKiS.
Munti, R. B., Sophia, E., & Ciciek, F. (2005). Respon Islam atas Pembakuan Peran Perempuan. Yogyakarta: LKiS.
Murata, S. (1992). The Tao of Islam: A Sourcebook on Gender Relationships in Islamic Thought. New York: State University of New York Press.
Mutawakkil, M. H. (2014). Keadilan Islam dalam Persoalan Gender. Kalimah, 12(1), 67–89.
Nuruzzaman. (2005). Kiai Husein Membela Perempuan. Yogyakarta: LKiS. Subhan, Z. (2006a). Kekerasan Terhadap Perempuan. Yogyakarta: LKiS.
Subhan, Z. (2006b). Perempuan dan Politik dalam Islam. Yogyakarta: LKiS. Sufiyana, A. Z. (2017). Relasi Gender dalam Kajian Islam “The Tao of Islam,
Karya Sachiko Murata.” Tadrib, 3(1), 119–142.
Suhra, S. (2013). Kesetaraan Gender dalam Perspektif Al-Qur’an dan Implikasinya terhadap Hukum Islam. Al-Ulum, 13(2), 373–394.
Tilaar, H. A. ., & Nugroho, R. (2016). Kebijakan Pendidikan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Wadud, A. (2006). Qur’an Menurut Perempuan. Jakarta: Serambi.

Downloads

Published

2022-06-26

How to Cite

Rohani, I., imron, A., & Indriyani, D. (2022). Konsep Ajaran Islam Tentang Keadilan Gender. Tarbawi Ngabar: Jurnal of Education, 3(1), 99–125. https://doi.org/10.55380/tarbawi.v3i1.171

Issue

Section

Articles