Moralitas Epistemik dalam Islam: Kritik Al-Ghazali terhadap Penyakit Ilmu dan Tantangan Integritas Akademik Kontemporer
DOI:
https://doi.org/10.55380/tarbawi.v7i2.1491Keywords:
moralitas epistemik, penyakit ilmu, Al-Ghazali, integritas akademik, epistemologi IslamAbstract
Artikel ini mengkaji konsep moralitas epistemik dalam Islam melalui analisis kritis terhadap gagasan āfāt al-‘ilm (penyakit-penyakit ilmu) yang dirumuskan oleh Al-Ghazali dalam Ihyā’ ‘Ulūm al-Dīn. Problem utama penelitian ini berangkat dari krisis integritas akademik kontemporer -seperti komersialisasi pendidikan, plagiarisme, orientasi publikasi kuantitatif, dan degradasi etika ilmiah- yang menunjukkan adanya disorientasi moral dalam praktik keilmuan modern. Penelitian ini merupakan studi kepustakaan dengan pendekatan hermeneutik-filosofis. Sumber primer adalah Ihyā’ ‘Ulūm al-Dīn, khususnya bagian tentang Kitāb al-‘Ilm, sedangkan sumber sekunder mencakup literatur filsafat pendidikan Islam, etika akademik, dan kajian epistemologi kontemporer. Analisis dilakukan melalui tahapan reduksi teks, kategorisasi konseptual, dan sintesis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Al-Ghazali memetakan penyakit ilmu dalam tiga dimensi utama: (1) disorientasi niat (riya’, cinta popularitas, dan orientasi duniawi), (2) deviasi praksis (ilmu tanpa amal dan manipulasi otoritas keilmuan), serta (3) distorsi spiritual (kesombongan intelektual dan keterputusan antara pengetahuan dan penyucian jiwa). Kerangka ini mengandung prinsip moralitas epistemik yang menegaskan integrasi antara kebenaran rasional, kemurnian niat, dan transformasi etis. Dalam konteks kontemporer, konsep tersebut menawarkan paradigma korektif terhadap model akademik yang reduksionistik dan instrumentalis. Kontribusi artikel ini terletak pada formulasi ulang konsep moralitas epistemik Islam berbasis pemikiran Al-Ghazali sebagai fondasi normatif bagi penguatan integritas akademik di perguruan tinggi. Dengan demikian, penelitian ini memperkaya diskursus epistemologi Islam sekaligus menghadirkan kerangka etis yang relevan bagi pembaruan budaya ilmiah modern.
References
Al-Attas. Pustaka Tebuireng. Muslim Youth Movement of Malaysia, 1987.
Al-Ghazali. Ihya’ ‘ulum al-Din. Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah, 2005.
Al-Zarnuji, B. Ta‘lim al-Muta‘allim Ṭariq al-Ta‘allum. Dar Ibn Kathir. Original work, 2019.
Amalia, R. “Academic Competition and Ethical Challenges in Higher Education.” Jurnal Pendidikan Islam 9, no. (2) (2021): 145-160.
Anwar, M. Career Orientation and Academic Integrity in Indonesian Universities. 9(2) (2021): 145–60.
Christiani Pasaribu, Mazaya Raini Nurmaliza, Nazhifa Nurul Azizah. “Menghadapi Plagiarisme : Menjaga Kejujuran Akademik Dalam Penelitian Kesehatan Di Era Digital.” Jurnal Kesehatan Tambusai 5, no. 4 (2024): 13079–87. https://doi.org/10.31004/jkt.v5i4.37829.
Deddy Ramdhani. “(PDF) Plagiarism and Academic Integrity in Indonesian Islamic Higher Education: Factors and Policy Implications.” 2025. https://scispace.com/papers/plagiarism-and-academic-integrity-in-indonesian-islamic-716rsk1pyd7j.
Demeter, Márton, Veronika Pelle, Gábor Mikulás, and Manuel Goyanes. “Higher Quantity, Higher Quality? Current Publication Trends of the Most Productive Journal Authors on the Field of Communication Studies.” Publishing Research Quarterly 38, no. 3 (2022): 445–64. https://doi.org/10.1007/s12109-022-09893-2.
Fauzan, A. Integrating Research Ethics in Higher Education Curriculum. 15(3) (2021): 201-214.
Halstead, J. M. “An Islamic Concept of Education.” Comparative Education 40(4) (2004): 517–29.
Hasanah, U. Ethical Inconsistency in Academic Research Practice. 28(2) (2022): 155-168.
Hasyim Asy‘ari. Adab Al-‘alim Wa al-Muta‘allim. Pustaka Tebuireng, 2011.
Hidayat, T. “Citation Manipulation and Academic Dishonesty.” Jurnal Pendidikan Dan Kebudayaan 28(2) (2022): 155-168.
Indah Sukowati. “Literatur Review: Plagiarisme Dalam Penulisan Karya Ilmiah: Memahami, Mencegah Dan Menangani.” 2024. https://scispace.com/papers/literatur-review-plagiarisme-dalam-penulisan-karya-ilmiah-luxulhprla.
Karim, L. “Utilitarian Paradigm in Higher Education Management.” Jurnal Manajemen Pendidikan, 2020. (2) Edition.
Krippendorff, Klaus. Content Analysis: An Introduction to Its Methodology. SAGE Publications, Inc, 2018.
Lestari, Dwi Puji. "Akhlak dan Tasawuf Al-Ghazali: Akhlak dan Tasawuf Al-Ghazali sebagai Solusi Hedonisme dalam Pendidikan Islam Kontemporer." Millatuna: Jurnal Studi Islam 3.01 (2026): 168-178.
Lestari, S. “Research Ethics Supervision in Indonesian Universities.” Jurnal Pendidikan Tinggi 14(1) (2022): 55-70.
Maharani, Maharani, and Salahuddin Harahap. "Reduksi Nilai dalam Epistemologi Ilmu Modern: Studi Kritis-Filosofis tentang Islamisasi Ilmu Pengetahuan sebagai Alternatif Epistemik." Jurnal Budi Pekerti Agama Islam 3.6 (2025): 375-384.
Mahfud, Choirul, et al. "Islamic education for disabilities: new model for developing Islamic parenting in Integrated Blind Orphanage of Aisyiyah." Indonesian Journal of Islam and Muslim Societies 13.1 (2023): 115-142.
Mestika Zed. Penelitian Kepustakaan. Jakarta: Yayasn Pustaka Obor Indonesia, 2014.
Muhammad, Mahardika, Muhammad Akmansyah, and Idrus Ruslan. "Tabayyun di Era Digital: Integrasi Moralitas Islam dan Falsifikasi Popper dalam Menghadapi Hoaks." Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam 7.1 (2026): 293-307.
Mulyana, A. Commercialization of Higher Education and Moral Crisis. 7(2) (2021): 155–70.
Nugroho, B. International Reputation and Social Relevance of Research. 28, no. (3) (2022): 210-223.
Nygaard, Lynn P. “Publishing and Perishing: An Academic Literacies Framework for Investigating Research Productivity.” Studies in Higher Education 42, no. 3 (2017): 519. https://doi.org/10.1080/03075079.2015.1058351.
Permana, Diansyah, et al. "Hakikat Manusia Sebagai Makhluk Pedagogik, Fitrah, Alat-Alat Epistemik, Dan Hubungannya Dengan Teori Perkembangan Peserta Didik." Al-Khazin: Jurnal Pendidikan Agama Islam 2.1 (2026): 97-111.
Prasetyo, D. Academic Authority and Political Interests. 12(1) (2020): 33-47.
Rachman, Reza Setya. "Aksiologi Produksi Pengetahuan pada Masa Abbasiyah: Rekonstruksi Etika Penerjemahan Baghdad Sebagai Landasan Integritas Akademik di Pendidikan Islam Kontemporer." PROGRESSA: Journal of Islamic Religious Instruction 10.1 (2026): 59-71.
Rahman, F. Plagiarism and Academic Ethics in Indonesian Higher Education. 28(3) (2022): 301-315.
Ramlan, Tengku Erwinsyahbana, Nurul Hakim. “MALU MENJADI PLAGIATOR; Aturan Dan Sanksi Bagi Penulis.” 2013. https://scispace.com/papers/malu-menjadi-plagiator-aturan-dan-sanksi-bagi-penulis-rdkd3sq3j0kp.
Ridwan, M. “Spiritual Reflection and Academic Culture.” Jurnal Pendidikan Agama Islam 19, no. (1). (2022): 45-60.
Rizkillah, Rijal Wakhid, Ali Imron, and Imam Rohani. "Harmony Unveiled: Dialogue and Cooperation with Sufism Approach as a Solution in Conflict Management Among Islamic Community Organization Cadres in Legislative Elections in Indonesia." Taqorrub: Journal Bimbingan Konseling dan Dakwah 5.01 (2024): 84-102.
Rohani, Imam. "Pendidikan Karakter dengan Pendekatan Tasawuf Modern Hamka dan Tasawuf Transformatif Kontemporer." Memperbincangkan Pemikiran Pendidikan Islam Dari Idealisme Substantif Hingga Konsep Aktual (Jakarta: Kencana) (2018).
Sapto Budoyo. “(PDF) Analisis Terhadap Pengaturan Plagiasi Di Indonesia.” 2018. https://scispace.com/papers/analisis-terhadap-pengaturan-plagiasi-di-indonesia-4yade0es4r.
Sari, N. “Data Manipulation in Academic Research.” Jurnal Penelitian Pendidikan 18(2) (2021): 98–112.
Sicha, Ainus, M. Khamim, and Suko Susilo. “Philosophical Foundations of Islamic Education in Shaping Students’ Religiosity in Higher Education.” Tarbawi Ngabar: Jurnal of Education 7, no. 1 (2026): 51–70. https://doi.org/10.55380/tarbawi.v7i1.1225.
Suyadi. “Publish or Perish Culture in Indonesian Universities.” Jurnal Cakrawala Pendidikan 39(2) (2020).
Wahyudi, A. “Academic Rivalry and Intellectual Humility.” Jurnal Pendidikan Tinggi Islam, no. 5(2) (2021): 140-155.
Yasien, M. Tazkiyat Al-Nafs and Academic Integrity in Islamic Education. 19(1) (2021): 44–59.
.jpg)
