Program Dakwah Majelis Al-Irtsin Nabawi dalam Penguatan Akidah Masyarakat Desa Sekumur Aceh Tamiang Pascabencana
DOI:
https://doi.org/10.55380/taqorrub.v7i01.1513Keywords:
da‘wah program, aqidah, disaster-responsive da‘wah, spiritual resilience, post-disaster communityAbstract
Disasters cause not only physical damage and material losses but also psychological and spiritual distress among affected communities. This study analyzes the condition of the Sekumur Village community’s aqidah following a flash flood, the implementation of the Majelis Al-Irtsin Nabawi da‘wah program, and its contribution to strengthening community faith. A descriptive qualitative field study was conducted from January to February 2026. Thirteen informants were purposively selected, comprising program administrators and implementers, religious and community leaders, and affected residents. Data were collected through observation, semi-structured in-depth interviews, and documentation, then analyzed using an interactive model involving data condensation, data display, and conclusion drawing and verification. Data credibility was established through source and technique triangulation. The findings indicate that the disaster caused emotional distress and a temporary decline in religious enthusiasm but did not eliminate the community’s foundations of faith. The program combined da‘wah bil hal, bil lisan, and mau‘izhah hasanah through the healing, action, and spiritual sessions. Its initial effects included greater inner calm, stronger patience, reliance on God, positive views of divine decree, renewed participation in religious activities, and strengthened social solidarity.
References
Abd Al-Baqi, Muhammad Fu’ad. Al-Mu’jam al-mufahras li-alfaz al-Qur’an al-karim. Dar al-Fikr, 1992. https://opac.uinkediri.ac.id/index.php?id=4971&keywords=&p=show_detail.
Al-Atsari, Abdullah bin Abdil Hamid. Panduan aqidah lengkap. Diterjemahkan oleh Akhmad Syaikhu. Pustaka Ibnu Katsir, 2005.
Aziz, Moh. Ali. Ilmu dakwah. Kencana, 2004.
Harnita, Cut Meriska. “Akhirnya tangis Kak Na pecah, di Sekumur yang hancur lebur.” Pemerintah Aceh. Pemerintah Aceh, Aceh Tamiang, 19 Desember 2025. https://acehprov.go.id/berita/kategori/bencana/akhirnya-tangis-kak-na-pecah-di-sekumur-yang-hancur-lebur.
Hidayat, Ahmad. “Peran dakwah dalam mitigasi bencana di Kabupaten Maros.” Tesis magister, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta, 2025. https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/71006/.
Januarista, Afrina. “Spiritual analysis of the ability of community resilience to post-earthquake trauma in the ATC temporary shelter at Mpanau Village, Sigi District.” Jurnal Kawistara 10, no. 3 (2020): 343–51. https://doi.org/10.22146/kawistara.61030.
Ma’luf, Louis. Al-Munjid fi al-lughah wa-al-a’lam. Dar al-Mashriq, 1997. https://perpustakaanlajnah.kemenag.go.id/home/index.php?id=5441&p=show_detail.
Maulana, Akhmad Taufan, dan Andriansyah Andriansyah. “Mitigasi bencana di Indonesia.” COMSERVA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat 3, no. 10 (2024): 3996–4012. https://doi.org/10.59141/comserva.v3i10.1213.
Munir, Muhammad, dan Wahyu Ilaihi. Manajemen Dakwah. Kencana, 2021. https://elibrary.uinsgd.ac.id/detail/manajemen-dakwah/26590.
Murni, Saemah. “Peran agama dalam penanganan trauma kolektif pasca bencana alam di Indonesia.” Educandumedia: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Kependidikan 3, no. 3 (2024): 135–54. https://doi.org/10.61721/educandumedia.v3i3.512.
Nasrullah. “Implementasi nilai pendidikan Islam dan gotong royong dalam kegiatan pengabdian pasca banjir hidrometeorologi di Aceh.” Jurnal Seumubeuet: Jurnal Pendidikan Islam 4, no. 2 (2025): 132–39.
Pohan, Amriansyah, Rony Hamdani Siregar, Muhammad Darwis Dasopang, Irwandi Sihombing, dan Muttaqin Kholis Ali. “Peran agama dalam penanganan trauma kolektif pasca bencana alam di Indonesia.” Indo-MathEdu Intellectuals Journal 6, no. 1 (2025): 430–41. https://doi.org/10.54373/imeij.v6i1.2566.
Rahmawati, Andri Magfiroh, dan Norman Wijaya Gati. “Hubungan tingkat spiritualitas dengan tingkat resiliensi pada warga penyintas bencana banjir di Keluraharan Joyotakan Kota Surakarta.” Public Health and Safety International Journal 4, no. 2 (2024): 326–33. https://doi.org/10.55642/phasij.v4i02.841.
Setioputro, Baskoro, Ruris Haristiani, Moh Afif Jakaria Iksafani, dan Rismawan Adi Yunanto. “How spirituality strengthens community resilience to flood disasters.” Jurnal Penelitian 21, no. 1 (2024): 9–15. https://doi.org/10.26905/jp.v21i1.13281.
Sibgotallah, Novi Aulia Apriliani, Bifa Sahari, dkk. “Implementasi nilai-nilai keagamaan terhadap masyarakat pasca gempa bumi di Desa Cirumput.” Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Abdi Nusa 4, no. 1 (2024): 64–68. https://doi.org/10.52005/abdinusa.v4i1.133.
Soebahar, Moh Erfan, dan Abdul Ghoni. “Reformulasi metode dakwah bi al-lu’bah sebagai trauma healing pada anak korban bencana alam.” Jurnal Ilmu Dakwah 39, no. 2 (2019): 126–46. https://doi.org/10.21580/jid.v39.2.4571.
Suparta, Munzier, dan Harjani Hefni, ed. Metode dakwah. Kencana, 2003. https://opac.perpusnas.go.id/DetailOpac.aspx?id=292175.
Umar, Abir, dan M. Yunus Abu Bakar. “Aqidah dalam perspektif filsafat ilmu: Sebuah tinjauan.” Jurnal Ilmiah Pendidikan Kebudayaan dan Agama 3, no. 2 (2025): 62–73. https://doi.org/10.59024/jipa.v3i2.1140.
Widiyanto, Vian, Joko Sarjono, dan Agus Fatuh Widoyo. “Strategi dakwah bil-lisan bagi masyarakat pedesaan: Studi pada pengajian rutin Mushola An-Nur Bakalan Karangpandan.” Pawarta: Journal of Communication and Da’wah 2, no. 2 (2024): 91–100. https://doi.org/10.54090/pawarta.574.
Wihartati, Wening. “Dakwah pada korban bencana alam dan bencana sosial.” Jurnal Ilmu Dakwah 34, no. 2 (2014): 277–94. https://doi.org/10.21580/jid.v34.2.487.
Yunus, Mahmud. Kamus Arab–Indonesia. Hidakarya Agung, 1989. https://dinarpus.kendalkab.go.id/old/katalog/id/364/kamus_arab__indonesia.
